Perubahan Perilaku Keagamaan Alumni Pondok Pesantren: Studi Kasus Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

  • 20 Maret 2025
  • 09:33 WITA
  • AAH
  • Berita

Makassar, 20 Maret 2025 – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menggelar Ujian Akhir Tesis, di mana salah satu mahasiswa Program Magister, Nurindra Sari (NIM: 80100223072), akan mempertahankan hasil penelitiannya yang berjudul “Perubahan Perilaku Keagamaan Alumni Pondok Pesantren (Studi Kasus Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)”.

Perubahan Perilaku Keagamaan Alumni Pesantren

Penelitian ini menyoroti perubahan perilaku keagamaan yang dialami oleh alumni pondok pesantren setelah memasuki dunia kampus. Beberapa aspek yang mengalami perubahan mencakup:
📌 Ibadah – Mahasiswa alumni pesantren mulai lalai dalam shalat wajib, mengalami penurunan semangat dalam ibadah sunnah, serta tidak lagi rutin membaca Al-Qur’an seperti saat di pesantren.
📌 Pakaian – Banyak mahasiswa yang tidak lagi mempertahankan gaya berpakaian khas santri, dan mulai beradaptasi dengan tren berpakaian yang lebih umum di kalangan mahasiswa.
📌 Akhlak dan Perilaku – Sebagian alumni mengalami perubahan dalam sikap dan tutur kata, di mana sopan santun terhadap dosen dan orang yang lebih tua mulai berkurang, serta kecenderungan berkata kasar semakin sering terjadi.

Faktor Penyebab Perubahan

Penelitian ini mengungkap bahwa perubahan perilaku alumni pondok pesantren dipengaruhi oleh dua faktor utama:
✔️ Lingkungan Baru – Setelah keluar dari pesantren, alumni menghadapi shock culture di lingkungan kampus, yang memiliki kebiasaan, pergaulan, dan dinamika sosial yang jauh berbeda dari kehidupan di pesantren.
✔️ Media Sosial – Akses yang lebih luas ke media sosial memberikan pengaruh besar terhadap cara berpakaian dan perilaku mahasiswa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Implikasi Penelitian

Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran alumni pondok pesantren untuk tetap menjaga nilai-nilai keagamaan yang telah mereka pelajari. Selain itu, dibutuhkan dukungan dari kampus dan komunitas pesantren untuk membantu alumni tetap konsisten dalam mengamalkan ilmu agama mereka di lingkungan baru.

Melalui penelitian ini, Nurindra Sari berharap agar para alumni pondok pesantren dapat menyeimbangkan antara keterbukaan terhadap dunia kampus dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip keagamaan yang telah tertanam selama masa pendidikan mereka di pesantren.