Makassar, 28 Februari 2025 – Fenomena perkawinan dini yang semakin marak di era digital menjadi perhatian akademisi. Farham Rahmat (NIM: 80100221132), mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, sukses mempertahankan tesisnya yang berjudul "Fenomena Media Sosial Berkonten Seks dan Implikasinya terhadap Perkawinan Dini di Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar."
Dalam sidang yang digelar pada Jumat, 28 Februari 2025, Farham memaparkan hasil penelitiannya yang mengungkap pengaruh signifikan antara akses media sosial berkonten seksual dengan meningkatnya angka perkawinan dini di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Hasil Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi realistis, psikologi komunikasi, dan netnografi. Data dikumpulkan dari 25 informan utama, yakni pelaku perkawinan dini pada periode 2020–2024, serta informan pendukung lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang melakukan perkawinan dini umumnya memiliki intensitas tinggi dalam mengakses media sosial berkonten seksual. Beberapa temuan utama yang diungkap dalam penelitian ini antara lain:
- Remaja menghabiskan waktu 4–6 jam sehari mengakses platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube, baik di dalam maupun di luar rumah.
- Akses terhadap konten seksual ini meningkatkan dorongan seksual, yang akhirnya mempengaruhi keputusan mereka untuk menikah dini.
- Lingkungan sosial, kurangnya pengawasan orang tua, serta lemahnya literasi digital memperparah kondisi ini.
Implikasi Penelitian
Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi berbagai pihak:
- Edukasi dan Pendampingan – Pendidik, orang tua, dan pemerintah perlu memahami dampak media sosial berkonten seksual terhadap perilaku remaja dan mengembangkan metode pencegahan yang efektif.
- Regulasi dan Literasi Digital – Kebijakan yang membatasi akses anak-anak terhadap konten berisiko harus diperkuat, disertai dengan program literasi digital yang lebih masif.
- Pengawasan Keluarga – Orang tua dan masyarakat perlu lebih waspada dalam mengontrol aktivitas media sosial anak-anak agar tidak terpapar konten yang dapat memicu perilaku berisiko.
Setelah melalui sesi tanya jawab dengan dewan penguji, Farham Rahmat dinyatakan lulus dengan revisi. Tesisnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi tantangan sosial akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, serta sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap perkembangan digital di kalangan remaja.