Makassar, 28 Februari 2025 – Pascasarjana UIN Alauddin Makassar kembali menggelar Ujian Akhir Tesis untuk mahasiswa Program Magister Pemikiran Islam. Salah satu peserta ujian, Muh. Farhan (NIM: 80100222108), berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul "Pemikiran Nasaruddin Umar Tentang Islam Nusantara."
Dalam ujian yang berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025, Muh. Farhan memaparkan bahwa Islam Nusantara merupakan bentuk Islam yang berkembang di Indonesia dengan karakter khas yang lahir dari interaksi antara ajaran Islam dan budaya lokal. Konsep ini menjadi perhatian banyak intelektual Muslim, termasuk Prof. Nasaruddin Umar, yang menawarkan pendekatan Islam yang moderat, inklusif, dan kontekstual sesuai dengan keberagaman masyarakat Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai karya tulis, artikel, dan ceramah Nasaruddin Umar terkait Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara dalam pandangan Nasaruddin Umar memiliki tiga karakter utama, yaitu:
- Moderasi dalam Beragama – Islam Nusantara menekankan keseimbangan antara tekstualitas ajaran Islam dan realitas sosial masyarakat, menolak ekstremisme, serta mengedepankan nilai-nilai universal Islam seperti keadilan dan kasih sayang.
- Penerimaan terhadap Budaya Lokal – Budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam dapat diakomodasi dalam praktik keislaman, menjadikan Islam lebih membumi dan diterima oleh masyarakat Nusantara.
- Harmoni dan Toleransi Antarumat Beragama – Islam Nusantara menjadi model keberagamaan yang menekankan toleransi dan persaudaraan, baik di antara sesama Muslim maupun dengan pemeluk agama lain, guna menjaga keberagaman dan persatuan bangsa.
Dalam ujian tersebut, Dewan Penguji mengajukan berbagai pertanyaan terkait relevansi konsep Islam Nusantara dalam menghadapi tantangan modern, termasuk isu globalisasi, radikalisme, dan pluralisme keagamaan. Muh. Farhan menjelaskan bahwa Islam Nusantara bukan hanya bentuk akulturasi budaya, tetapi juga strategi teologis dalam menghadapi perbedaan dan membangun masyarakat yang inklusif.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep Islam Nusantara dapat menjadi model keberagamaan yang relevan dan solutif, baik dalam konteks nasional maupun global. Dengan menekankan moderasi dan integrasi budaya, Islam Nusantara berkontribusi dalam memperkuat identitas Islam di Indonesia serta menjadi inspirasi bagi komunitas Muslim dunia dalam menghadapi tantangan zaman.
Setelah sesi diskusi dan evaluasi dari Dewan Penguji, Muh. Farhan dinyatakan lulus dengan revisi, menandai pencapaian akademiknya dalam bidang Pemikiran Islam. Penelitiannya diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian Islam Nusantara ke depan serta berkontribusi dalam membangun pemahaman Islam yang lebih inklusif dan kontekstual.