Muhammad Saleh Syahrir Sukses Jalani Ujian Tesis tentang Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial

  • 27 Februari 2025
  • 10:50 WITA
  • AAH
  • Berita

Makassar, 27 Februari 2025 – Pascasarjana UIN Alauddin Makassar kembali menggelar Ujian Akhir Tesis untuk mahasiswa Program Magister Dirasah Islamiyah. Muhammad Saleh Syahrir (NIM: 80100222099), yang meneliti tentang “Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial”, sukses mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan Dewan Penguji.

Ujian berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2025, pukul 10.30 WITA di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Ruang Program Studi Dirasah Islamiyah, Lantai 3. Dewan Penguji terdiri dari:

  • Ketua Sidang/Promotor: Dr. H. Andi Abdul Hamzah, Lc., M.Ag.
  • Sekretaris Sidang/Kopromotor: Dr. Nasrullah Bin Sapa, Lc., M.A.
  • Promotor: Dr. Ramsiah Tasruddin, M.Si.
  • Kopromotor: Dr. Rahmawati Haruna, M.Si.
  • Penguji 1: Prof. Dr. Hj. Muliaty Amin, M.Ag.
  • Penguji 2: Dr. St. Aisyah BM.

Dalam pemaparannya, Muhammad Saleh Syahrir menjelaskan bahwa Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya media sosial dalam dakwah. Mereka memahami dinamika algoritma dan analitik digital untuk menyusun strategi dakwah yang efektif. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah validitas informasi dan etika dalam menyampaikan pesan dakwah.

Lebih lanjut, penelitian ini juga mengungkap bahwa citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di media sosial tergolong positif. Mereka aktif menyampaikan pesan moralitas, toleransi, dan persatuan dengan gaya yang santai dan mudah dipahami oleh audiens. Selain dakwah keagamaan, mereka juga membahas isu sosial-keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Setelah sesi tanya jawab yang berlangsung cukup dinamis, Dewan Penguji memberikan apresiasi atas analisis yang mendalam serta metodologi penelitian yang diterapkan. Muhammad Saleh Syahrir dinyatakan lulus dengan revisi, menandai keberhasilannya dalam menyelesaikan studi magister di bidang Dakwah dan Komunikasi.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi mubalig dalam mengoptimalkan dakwah digital, serta menjadi referensi akademis bagi pengembangan model dakwah berbasis media sosial yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.